Bebas


Semua hanya tinggal selangkah lagi
Segalanya telah ku korbankan untuk hari esok
Bersabar, berdo’a, dan berusaha
Sampai batas kemempuanku
Siapa yang tahu
Apakah sang waktulah yang tengah berlari
Atau langkahkulah yang terlalu lambat
Hingga aku merasa belum beranjak selangkahpun
Ku lihat, yang lain berlari jauh didepan
Mereka melangkahkan kaki dengan ringannya
Sedang aku, hanya tuk mengangkat kaki saja rasanya tak sanggup
Beriringan dengan waktu mereka pergi
Dan hanya meninggalkan kegelapan untukku
Mungkinkah aku ini yang disebut orang yang gagal?
Orang yang tak mampu berubah?
Yang tak siap menerima kenyataan?
Tak sanggup bertarung?
Apakah aku hanya pengecut?
Hanyalah pecundang?
Tak bisakah aku seperti mereka?
Bisakah aku berubah?
Sanggupkah aku berlari?
Beranikah aku tuk menerima kenyataan?
Ku tahu hanya diri inilah yang benar-benar tahu jawabnya
Dan aku lah yang harus memilih
Jalan mana yang kan ku tapaki
Tetap seperti sekarang atau menjadi petarung
Yang kan mememui beribu rintangan hidup
Tapi karena itulah petarung menjadi kuat juga tak terkalahkan
Gemuruh dihati memaksaku tuk memilih
Kuangkat tinggi kepalaku, fokus menatap ke depan
Dan akupun berlari secepat mungkin
Aku tertawa, ternyata angin kebebasan begitu nyamannya
Aku menyesal tak memilih jalan ini sejak awal

Welcome!

Selamat Datang di Catatan kecil ku...

About this blog

Catatan kecil tentang diriku, dan kehidupanku

aku adalah

yogyakarta, DIY, Indonesia
seseorang yang sedang berusaha menikmati hidup dengan positif

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.