Tiga peneliti muda asal SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta, mendapat prestasi istimewa ketika berhasil meraih Emas dalam ajang International Exhibition for Young Inventor ke-7 di Hanoi, Vietnam pada 16-18 Desember 2010 yang lalu. Mereka adalah Ikhsan Brilianto, Andreas Diga Pratama Putera, dan Ahmed Reza Rafsanzani.
Sebelumnya, mereka bertiga berhasil meraih medali emas dalam ajang National Young Inventor Award ke-3 yang diselenggarakan di Jakarta, 20-21 Oktober 2010. Dalam ajang bertemunya para peneliti dan penemu muda ini, mereka berhasil mengalahkan 14 peserta lain dari seluruh Indonesia. Sedangkan dalam ajang yang lebih bergengsi di tingkat Internasional, mereka berhasil mengalahkan 206 kompetitor, dari 8 negara peserta International Exhibition for Young Inventor ke-7.
Penemuan fenomenal yang mampu mengantarkan mereka memperoleh dua medali emas tersebut, adalah sebuah alat pengurang emisi kendaraan bermotor menggunakan plasma generator. Dengan menggunakan alat tersebut, emisi gas buang kendaraan bermotor yang terkenal berbahaya itu, mampu berkurang hingga 60 persen. "Alat itu nantinya akan dipasangkan di mulut knalpot kendaraan bermotor. Prinsip kerjanya adalah, dari gas buang kendaraan bermotor yang dikeluarkan lewat knalpot, mampu menggerakkan kipas generator yang akhirnya menghasilkan aliran listrik yang mengaliri elektroda yang dipasang disebelah kipas generator. Elektroda yang dialiri listrik, mampu menghasilkan proses kimia yang mengikat partikel-partikel hasil dari proses emisi, yakni partikel koloid, polar dan non polar", terang Ikhsan. "Akhirnya setelah partikel-partikel berbahaya tersebut diikat, yang tersisa dari pembuangan gas kendaraan bermotor adalah gas yang bersih dan ramah lingkungan", lanjut Andreas dan Reza.
0 komentar:
Posting Komentar