Penyesalan

Penyesalan dan rasa sakit, sering kali terus menghantui kita. Merayap bersama tiap bayangan hitam tubuh.
Menjadikan hitam menjadi lebih dan lebih gelap lagi.  Memerangkap setiap jiwa ke dalam penjara gelap tanpa cahaya. Sebongkah jiwa yang berat namun rapuh. Seakan kuat karena kegelapan tapi sebenarnya mudah tersapu oleh waktu yang berjalan. Siapa sangka kegelapan itu selalu bersemayam dalam tubuh kita. Mengintai, mencari kesempatan yang tepat untuk menarik kita. Mendekatkan kita pada tepi jurang. Rasa penyesalan itu perlahan-lahan merapatkan barisan. Menumpuk menjadi sebuah dinding tebal yang menahan kita untuk meraih cahaya kebebasan. Membutakan mata, hati juga pikiran. Menjadikan kita manusia kosong. Membuat kita memaki semua yang ada di dunia ini. Baik, salah, semua sama saja. tak akan ada yang dapat berubah. Seakan akan semua selalu salah. Semua dapat menjadi benar hanya saja waktunya tidak benar. Tapi apa waktu yang bersalah? Mengapa tidak menyesuaikan dengan waktu? Tapi apabila waktu sudah tepat, apa benar ini yang paling benar? Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan terus mendorang keluar dari tiap sel-sel pemikiran. Mempercepat kecepatan pertanyaan yang berputar tak beraturan dalam tubuh yang kosong ini. Setiap pertanyaan saling menyinggung, bersilangan bahkan bertumbukan. Membentur setiap nalar, dan memunculkan puluhan tanda tanya baru. Menciptakan kepenatan, membuat tekanan yang terus bertambah. Menjadikan tubuh ini lelah dengan semuanya. Sampai suatu saat, tidak sanggup lagi menanggung semua itu. Menyerah, kalah oleh diri sendiri. Dan akhirnya layu dalam kesunyian, merayap masuk dalam kegelapan.

Positif dan Negatif

segalanya yg berlebihan, memang tidak baik
tapi yang kekurangan pun, juga tidak baik
yang baik memang sekedar cukup,
tapi tak semua sanggup menakar dengan cukup
keseimbangan antar positif dan negatif
padahal orang cenderung mengabaikan sepihak
keburukan selalu di cap negatif
sehingga seringkali di hindari
sehingga seringkali orang lebih memilih apa yg mereka anggap baik
dalam menakar,
agar sempurna kita harus menyartakan keduanya
membagi secara adil
bukan hanya memasukkan hal positif,
tapi sertakan pula hal negatif
hal baik tak akan terasa baik 
tanpa adanya peran dari hal negatif
segalanya saling melengkapi
agar dapat tercipta keseimbangan dan harmonisasi
konsep ini sudah ada sejak lama
tapi karena ego, kita lupa segalanya
kita berpura-pura buta dan tuli di hadapan kenyataan
kita tak pernah mau menerima 
kita hanya mengakui kebaikan
tanpa mau merasakan kepedihan
dan dalam usaha kita untuk menyingkirkan keburukan
tanpa kita sadari
perlahan-lahan kita mulai berubah
kita bermetamorfosa
kita menjelma menjadi keburukan itu sendiri
dengan wajah bertopeng
kita seakan-akan tersenyum
padahal sesungguhnya kita sedang mengumpat
kita menjadi manusia munafik
karena ego untuk mendapatkan kebaikan
dan ketika kita tersadar
maka keburukanlah yang akan disalahkan
tanpa mau melihat ke dalam cermin
siapa sesungguhnya sosok dari keburukan itu

Cinta


Cinta, sebuah kata yang sakral maknanya
Ada yang mengatakan cinta itu buta,
Apa iya? Buktinya ada orang yang mengabaikan cintanya
Ada yang bilang cinta itu bahagia
Benarkah? Lantas mengapa banyak orang terluka karenanya,
Ada pula yang berrkata cinta itu mengandung luka
Lalu, mengapa orang-orang masih mncari cinta, jika nantinya hanya akan terluka
Cinta, sebuah kata yang hanya terdiri dari empat huruf
sederhana, tapi siapakah yang benar-benar memahaminya?
Tak seorang pun, karena cinta bagai pedang ber mata dua
Merupakan keseimbangan, antara baik dan buruk
Hanya dari luka, kita dapat menghargai kebahagiaan
Hanya dari rindu, kita dapat merasakan syukur saat berjumpa
Hanya dari kesendirian dan rasa cemburulah kita tahu akan makna seseorang
Dari pertikaian, kita belajar untuk memaafkan
Dari perbedaan kita belajar untuk memahami
Meski menyakitkan itulah cinta
Walau membahagiakan tapi penuh luka lara
Segalanya tergabung, menciptakan suatu  keseimbangan
Yang membuat kita dapat mensyukuri setiap detik yang berlalu
Meski itu menyenangkan, meski itu menyedihkan
Cinta, itulah cinta


apa ya??

wah nggak kerasa, udah lama bgt nggak posting.. enaknya tulis apa ya? sebagian besar postinganku sih isinya puisi yg nggak jelas, sebenernya aku juga cuma iseng" buat puisi itu, kadaang waktu abis baca komik apa novel, aku jadi pengen nulis. Biasanya sih aku tulis di MS word, baru kalo ada waktu aku pasang di blog. nah file nya itu aku lupa simpen dimana.

selain puisi, aku sih ada rencana buat bikin cerita, tapi ya itu, baru sekedar rencana, belum ada realisasinya. Mungkin kalau aku lagi liburan baru aku bisa buat. habis, semenjak SMA aku jarang punya waktu luang (wush sok penting, padahal sering nganggur) yah dari yang SMP pullang jam sebelas, terus main kemana-mana. sekarang, pulang jam 2, belum kalo ikut ekskul, bisa nyampe jam 5 an. ntar nyampe rumah tidur, kalo pun online, paling-paling baca komik.. begitulah hidup saya, sejelek-jeleknya ya syukuri aja deh...

Welcome!

Selamat Datang di Catatan kecil ku...

About this blog

Catatan kecil tentang diriku, dan kehidupanku

aku adalah

yogyakarta, DIY, Indonesia
seseorang yang sedang berusaha menikmati hidup dengan positif

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.