segalanya yg berlebihan, memang tidak baik
tapi yang kekurangan pun, juga tidak baik
yang baik memang sekedar cukup,
tapi tak semua sanggup menakar dengan cukup
keseimbangan antar positif dan negatif
padahal orang cenderung mengabaikan sepihak
keburukan selalu di cap negatif
sehingga seringkali di hindari
sehingga seringkali orang lebih memilih apa yg mereka anggap baik
dalam menakar,
agar sempurna kita harus menyartakan keduanya
membagi secara adil
bukan hanya memasukkan hal positif,
tapi sertakan pula hal negatif
hal baik tak akan terasa baik
tanpa adanya peran dari hal negatif
segalanya saling melengkapi
agar dapat tercipta keseimbangan dan harmonisasi
konsep ini sudah ada sejak lama
tapi karena ego, kita lupa segalanya
kita berpura-pura buta dan tuli di hadapan kenyataan
kita tak pernah mau menerima
kita hanya mengakui kebaikan
tanpa mau merasakan kepedihan
dan dalam usaha kita untuk menyingkirkan keburukan
tanpa kita sadari
perlahan-lahan kita mulai berubah
kita bermetamorfosa
kita menjelma menjadi keburukan itu sendiri
dengan wajah bertopeng
kita seakan-akan tersenyum
padahal sesungguhnya kita sedang mengumpat
kita menjadi manusia munafik
karena ego untuk mendapatkan kebaikan
dan ketika kita tersadar
maka keburukanlah yang akan disalahkan
tanpa mau melihat ke dalam cermin
siapa sesungguhnya sosok dari keburukan itu
Positif dan Negatif
Diposting oleh
Hilma-Lala
Minggu, 12 Agustus 2012
Label: Me
0 komentar:
Posting Komentar